Nama: Nabilah Difa
Sadiyah
Kelas: 3MA26
NPM: 10821660
Matkul : Produksi Animasi
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI ANIMASI CONVENTIONAL DAN
DIGITAL PERIODE 2000 HINGGA SEKARANG


Teknologi animasi telah melalui perkembangan yang signifikan sejak awalnya. Dari animasi konvensional yang menggunakan teknik seperti gambar kering, stop motion, dan rotoskoping, kini kita mendekati era animasi digital yang lebih canggih dan efektif. Dalam periode 2000 hingga sekarang, teknologi animasi telah berkembang pesat, membawa berbagai inovasi yang mempengaruhi industri film, televisi, permainan video, dan seni animasi secara signifikan. Berikut adalah ringkasan perkembangan animasi konvensional dan digital dengan contohnya.
1. Animasi Konvensional (2000-2010)
Animasi konvensional masih menjadi
bagian penting dalam industri animasi, terutama dalam bidang seni independen
dan film studioraya. Beberapa perkembangan penting dalam animasi konvensional
antara tahun 2000-2010 antara lain:
- Stop Motion: Film seperti "Coraline" (2009) oleh Laika Studios telah memperkenalkan teknologi stop motion yang lebih canggih, seperti penggunaan sensor untuk mengukur posisi objek pada setiap frame.
- Pembuatan Model Figur: Untuk menghasilkan karakter-karakter yang realistis di "Coraline", Laika Studios membuat model figur dengan menggunakan bahan seperti plastik, kain, dan kulit. Setiap figur dibuat dengan perhatian yang besar untuk mengejar bentuk, ukuran, dan detail dari karakter yang akan dibentuk.
- Rotoskoping: Film "Waking Life" (2001) Richard Linklater menggunakan teknologi rotoskoping yang menggabungkan animasi dengan gambar fotografi live-action.
Animasi digital telah mengalami pengembangan pesat dalam beberapa dekade terakhir, yang memungkinkan pembuatan animasi yang lebih realistis, interaktif, dan efisien. Beberapa perkembangan penting dalam animasi digital antara lain:
- Sistem Render: Render farm dan teknologi GPU (Graphics Processing Unit) telah mempercepat proses render animasi, sehingga lebih efisien dan cepat. Contohnya adalah render real-time yang digunakan dalam film "Tangled" (2010) Disney.
Animasi digital
yang digunakan dalam pembuatan film "Tangled".
·
Teknologi 3D Computer-Generated Imagery (CGI):
"Tangled" menggunakan teknologi CGI untuk membuat karakter,
lingkungan, dan objek yang lebih realistis dan menarik. Proses ini melibatkan
pembuatan model 3D dengan menggunakan aplikasi CAD atau aplikasi lainnya yang
mendukung pembuatan model 3D. Setelah model 3D dibuat, maka aplikasi CGI akan
digunakan untuk menghasilkan efek pencahayaan, perinteraksi, dan animasi yang
lebih baik.
· Rendering: Dalam proses pembuatan "Tangled", teknologi CGI digunakan untuk menghasilkan gambar yang lebih realistis dan menarik dengan memanfaatkan proses rendering. Rendering adalah proses pengolahan data 3D untuk menghasilkan gambar dua-dimensi yang dapat ditampilkan pada layar. Proses ini memerlukan waktu yang lama dan kapasitas komputer yang besar karena harus memproses banyak data.
2. Teknologi Motion Capture: Teknologi ini menggabungkan animasi digital dengan gerakan manusia nyata. Film seperti "Avatar" (2009) menggunakan teknologi motion capture.
"Avatar"
adalah film science fiction yang menggunakan teknologi animasi digital untuk
membuat lingkungan dan karakter yang lebih realistis dan menarik. Film ini
merupakan karya James Cameron dan dibuat oleh Lightstorm Entertainment dan
Twentieth Century Fox. Berikut adalah penjelasan tentang teknologi animasi
digital yang digunakan dalam pembuatan film "Avatar".
·
Teknologi 3D Computer-Generated Imagery (CGI):
"Avatar" menggunakan teknologi CGI untuk membuat lingkungan,
karakter, dan objek yang lebih realistis dan menarik. Proses ini melibatkan
pembuatan model 3D dengan menggunakan aplikasi CAD atau aplikasi lainnya yang
mendukung pembuatan model 3D. Setelah model 3D dibuat, maka aplikasi CGI akan
digunakan untuk menghasilkan efek pencahayaan, perinteraksi, dan animasi yang lebih
baik.
· Motion Capture: Dalam pembuatan "Avatar", teknologi motion capture digunakan untuk mengambil data gerak dari aktor sebagai referensi untuk membuat animasi karakter CGI yang lebih realistis. Proses ini melibatkan pemasangan sensor pada badan aktor untuk mengambil data gerak yang kemudian diproses dan diintegrasikan ke dalam karakter CGI.
REFERENSI
https://en.wikipedia.org/wiki/Rotoscoping
https://www.disneyanimation.com
https://www.guruanimasi.com/2020/02/proses-pembuatan-film-animasi.html?m=1



